You, Whom I Loved

ywil

Title : You, Whom I Love

Author : Zeya

Length : Songfic

Genre : AU, Angst, Married-Life

Casts: Jung Taekwoon, Leo | Lee Hyeri, Hyeri

Disclaimer: Ideas of the stories made up by me, song and lyrics sung by Shin Yongjae-Lee Daun. Casts are God’s and their families. Do not steal or copycat!

PS: Please listen to this song, while reading^^

.

.

©ZEYA 2014

 

 

My love, you went through so much today
I want to hug you, who struggled so much

 

Lee Hyeri mengecek jam tangannya. Langit sudah mulai menjingga, hiruk pikuk lalu-lintas Seoul mulai terlihat. Segera, gadis berambut hitam itu mengambil tasnya dan segera berjalan turun. Tangannya ia gunakan untuk memegang handphone, menghubungi nomor telepon yang ia hapal diluar kepala.

“Maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi………………”

Gadis itu menghela napas, lalu memasukkan handphone-nya kedalam tas dan berjalan menuju halte. Bus 0115 datang dalam waktu 5 menit, untuk membawanya menuju Yeoksamno, tempat apartemennya berada. Ia kembali menghubungi nomor yang sama.

“Maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, silahkan meninggalkan pesan setelah dering berikut. Pip!”

“Taekwoon-a, kapan kau akan pulang? Aku sebentar lagi menuju kerumah, akan memasak makanan kesukaanmu. Tapi, stok makanan dirumah hanya bisa memasakkanmu nasi goreng kimchi, tidak apa kan? Kau pasti lelah seharian bekerja, istirahatlah. Aku janji sampai dirumah, kau akan kupeluk. Sampai bertemu, chagiya.”

Gadis itu kembali menghela napas panjang, memandang wallpaper handphone-nya. Dua sejoli sedang berangkulan,wanita itu menggembungkan pipinya seraya membentuk tanda peace, sedangkan pria itu hanya tersenyum kecil.

Sugohaesseo, Jung Taekwoon.(Usaha sangat bagus, Jung Taekwoon.)”

 

Right now, you’re probably having a good dream
I can’t sleep because I’m only thinking about you
I want to massage your shoulders but
Just know that my heart is always by your side

 

Lee Hyeri kembali memainkan piano-nya. Kali ini, ia berhasil membuat satu lagu yang benar-benar meluapkan perasaannya. Ia kembali memainkan nada-nada yang ia ciptakan, bibirnya menggumamkan lirik lagu itu, dan akhirnya ia menghela napas. Lelah.

Mengambil snack yang ia beli kemarin saat perjalanan pulang untuk menemani akhir pekannya, ia duduk di sofa dan menyalakan televisi, mencari saluran-saluran acara yang bisa mengisi kebosanannya. Tatapan mata gadis itu hanya kosong saat melihat semua saluran berita menyiarkan berita tenggelamnya kapal beberapa waktu lalu. Gadis itu meletakkan remote televisi dan mendengarkan pembawa berita itu menyiarkan berita, seraya gadis itu menguyah snacknya.

“Kapal yang tenggelam dua hari silam, yang berasal dari Pulau Jeju menuju Incheon, menabrak salah satu bebatuan besar sehingga terbalik. Jumlah penumpang yang mencapai 450 orang ini, terbalik sepenuhnya tadi siang. 175 orang sudah diselamatkan, dan masih diperkirakan beberapa penumpang bisa selamat, jika ditemukan dalam waktu kurang lebih dua puluh menit. 140 mayat yang sudah diidentifikasi bertambah menjadi 145 orang. Salah satu pemain bola terkenal, Jung Tae-kwoon, menjadi salah satu korban dalam kejadian ini. Mayat pemain bola tersebut sudah ditemukan sejak tadi malam, dan sekarang akan dibawa ke Rumah Sakit Internasional Incheon untuk di autopsi. Berita mengenai kapal ini akan disampaikan dalam hot-news satu jam kedepan.”

Lee Hyeri mengambil handphone yang berada diatas nakas, lalu menghubungi nomor yang ia hapal itu, lagi.

“Maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, silahkan meninggalkan pesan setelah dering berikut. Pip!”

“Taekwoon-a, kau bilang kau akan pulang tadi malam. Kau kemana saja, uh? Bahkan aku harus menghabiskan nasi goreng kimchi bagianmu karena kelaparan menunggumu. Handphone-mu tidak bisa dihubungi, kau hanya mengirimkan pesan yang tidak masuk akal. Apa kau menginap dirumah Eomonim dan Abeonim dulu? Tidak apa, aku mengerti kalau kau rindu Eomonim dan Abeonim. Aku sudah menyelesaikan lagunya, Taekwoon. Aku tidak suka mendengar berita mengenai kau mati di televisi. Kau janji akan menyanyikan lagu ini untukku, kau harus pulang hari ini, ya? Aku menyesuaikannya dengan lirik yang kau mau, Taekwoon. Taekwoon-a…”

Pip!”

Lee Hyeri menyeka airmatanya yang hampir jatuh. Ia tidak boleh menangis, karena Taekwoon pasti akan marah kalau ia menangis. Gadis itu mengambil jaketnya dan mengunci pintu apartemennya saat keluar, dan mencari bus menuju Incheon. Ia harus menemui Taekwoon.

 

This song that I wrote, I’m singing it for you
As I think of you, who struggled
Listen to this song that I wrote
You did a good job today, my love

 

Lagu itu berakhir dengan tangisan dari para tamu. Hyeri tidak mengerti kenapa mereka menangis karena lagu ciptaannya. Padahal, lagu ini adalah lagu romantis buatan Taekwoon untuknya. Ia hanya membuat nada-nadanya, sedangkan liriknya adalah dari Taekwoon untuknya. Kenapa mereka menangis?

“Sebelum jenazah Tuan Jung Tae-kwoon dikebumikan, apa istri dari beliau… Lee Hyeri, ingin menyampaikan sesuatu?” ujar Pendeta, menatap penuh arti pada dirinya. Mertuanya—orangtua dari Taekwoon—menatapnya dengan penuh rasa kasihan, terpantri jelas dari mata mereka. Orangtuanya sendiri, menatapnya dengan tatapan penuh rasa kasih.

Gadis itu melangkahkan kakinya menuju altar, tempat dimana tiga tahun lalu, ia meng-ikrarkan janji suci bersama pemain bola itu. Langkahnya bergetar, dan dengan kekuatan yang lemah, ia berhasil berdiri dialtar, memegang microphone, dan menatap lautan manusia yang mengenakan baju serba hitam. Ratusan fans suaminya berada disana, menangis sesenggukan. Para relatif berada disana, sahabat-sahabat suaminya—Hakyeon, Jaehwan, Wonsik, Hongbin, dan Sanghyuk—menangis dalam diam bersama pasangan mereka. Sahabatnya sendiri—Sojin, Ahyoung, Minah, Hayoung—hanya menangis, menatapnya nanar.

Semua mata menatapnya, menunggu ia membuka mulut. “Maafkan Taekwoon.” Ujarnya akhirnya. “Ia mungkin tidak bisa menunjukkan rasa sayangnya pada kalian, padaku juga, mungkin, namun aku tahu, dalam hatinya yang terdalam, ia sangat menyayangi kalian.”

“Taekwoon menyuruhku membuat lagu yang kalian dengar tadi. Dengan lirik yang ia ciptakan secara tiba-tiba saat ia berada di…. Jeju.” Hyeri terdiam, menundukkan kepalanya—menghela napas panjang. “Ia… mengirimkan liriknya lewat kakaotalk, dan menyuruhku membuat lagu. Awalnya, aku bingung. Ia bilang, lagunya harus selesai sebelum ia pulang. Aku tidak sejago itu, bahkan Minah unnie tahu itu.” Ia terkekeh, berusaha mencairkan suasana, namun gagal.

“Dia tidak mati, bukan? Dia hanya tidur. Dia… dia pasti akan bangun.” Kali ini Hyeri membiarkan airmatanya jatuh, lalu menyekanya. Bibirnya mengukir senyum, yang Taekwoon katakan sangat mengubah dunianya.

“Kalian, yang mencintai Taekwoon….” ujarnya, menatap penggemar-penggemar Taekwoon. “Saat aku melahirkan nanti, kalian bisa melihat pengganti ‘Leo’.” Ujarnya, tersenyum. “D-dia…”

Pertahanan Lee Hyeri runtuh. Langit siang itu terlihat mendung, matahari bersembunyi dibalik pelindungnya—awan. Airmata Hyeri jatuh tanpa henti, bahkan Minah harus naik ke panggung, merangkul gadis itu, mengusap bahunya. Namun, gadis itu tetap berdiri di altar, tidak mengucapkan sepatah kata apapun, hanya menangis.

“Taekwoon-a, sugohaesseoyo. (Taekwoon-a, kau melakukan yang terbaik.) Kau sudah lelah,kan? Istirahatlah, sayang. Aku mencintaimu.” Ujarnya akhirnya.

Entah tanpa ia sadari, ataukah ia sadar saat itu, tidak terdengar oleh para penggemar suaminya, tanpa terdengar oleh kerabat mereka, tanpa terdengar oleh sahabat-sahabat mereka, tanpa terdengar orangtua mereka berdua, tanpa terdengar oleh tamu yang hadir…

Dan hanya terdengar oleh Hyeri sendiri, ia mendengar suara laki-laki yang mengisi relung hatinya selama ini.

“Aku juga… Aku juga mencintaimu, Lee Hyeri.”

 

Kakaotalk

Tae-kwoonnie

“Hyeri-a, aku tidak yakin bisa pulang hari ini. Kapalnya bergoyang, dan aku tidak yakin bisa selamat. Kalau kau menyelesaikan lagunya, tunggu aku pulang, aku janji akan menyanyikannya bersamamu. Walaupun aku tidak yakin aku bisa pulang, aku tahu kau yakin aku akan pulang. Nyonya Jung, tunggu suami pencinta bola-mu ini pulang. Aku mencintaimu.<3”

 

This song that I wrote, I’m singing it for you
As I think of you, who struggled
Listen to this song that I wrote
You did a good job today, my love
You whom I love

(Shin Yongjae – You Whom I Loved)

 

 

AN: Lagu aslinya dibikin oleh korban Sewol Ferry Accident April lalu, teman-teman. Orangtuanya nemu ini terus dikasih ke Shin Yongjae, dan Shin Yongjae langsung setuju, saya nangis pas bikin fanfic ini masa, soalnya saya kebayang orang tua si anak ini T_T Hft. Terus, saya juga tiba-tiba suka pairing Leo-Hyeri, crack banget gak sih? T_T. Tapi yasudahlah, fanficnya juga sudah jadi, jangan lupa komen!!! Btw, minta doanya ya, mau ikut SBMPTN nih hari selasa huhu, semoga lulus di PTN yang saya mau sobs sobs. Dukungan doanya sangat diterima oleh saya :3 Sampai bertemu di fanfic-fanfic setelah ini!!>< kiss, zeya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s