Seven Springs [Second Spring]

Seven Springs

Title : Seven Springs

Author : zeya

Genre : romance-slightofangst-fiction-au

Rating : G-PG13

Length : Chaptered

Cast : Kim Jonghyun | Jung Jessica | Cho Kyuhyun | Find in story

Poster Credit : Awhsum Rara eonnie :* @bananajuice03

Disclaimer : All casts aren’t mine, but the plot, storyline, is mine. Do not take it without permission or it’ll count as plagiarism.

Previous : One

And I look again towards the sky, but I see nothing. – zeya

Second Spring

Saat aku melupakan semuanya. Bahkan melupakanmu, dan melupakannya, apakah cinta itu masih ada? Apakah cinta itu masih tetap ada? – Zeya.

‘Jung Sooyeon! Besok jangan lupa! Di taman kota!’ ujar Kyuhyun. Ia tersenyum lebar. Sudah hampir setahun semenjak kepindahannya di perumahan ini, dan ia akan mengajak Jessica kencan di malam natal besok.

‘Ya! Kau ribut sekali!’ ujar Jessica. Kyuhyun tertawa.

‘Terserah. Pokoknya besok jam 7 malam! Kau terlambat, kubunuh kau!’ canda Kyuhyun. Jessica tertawa.

‘Kau? Membunuhku? Mana mungkin.’ Ujarnya lalu masuk kedalam rumah. Kyuhyun tersenyum simpul dan berjalan masuk kerumahnya.

‘Aku pulang!’ ujarnya. Ibunya berjalan menghampirinya. ‘Oh, eomma.’ Ujarnya—tersenyum lalu membungkuk sopan.

‘Kau besok kencan dengan Jessica, ya?’ goda ibunya. Pipi Kyuhyun bersemu. ‘Aigoo, anakku sudah dewasa.’ Ujar ibunya, menepuk pipinya penuh kasih sayang.

‘Doakan aku ya, eomma. Besok aku akan menyatakan perasaanku padanya.’ Ujar Kyuhyun. Ibunya hanya mengangguk dan tersenyum padanya.

Ia berharap esok akan datang lebih cepat.

‘Ya! Eonnie!’ ujar Krystal seraya membuka pintu kamar Jessica. Jessica—yang sedang membaca majalah menatapnya malas. ‘Kau tidak memilih pakaian untuk besok?’ tanyanya seraya duduk disisi ranjang.

‘Untuk apa? Besok aku hanya jalan-jalan biasa dengannya.’ Ujar Jessica polos lalu kembali membaca majalahnya.

‘Ya! Eonnie, Kyuhyun oppa mengajakmu kencan, bukan hanya jalan-jalan!’ ujar Krystal—medelik kesal.

‘Aku tidak peduli~’ ujar Jessica bermalas-malasan.

‘Ya eonnie! Aish..’ Krystal berjalan menuju lemari pakaian kakaknya itu lalu membongkarnya.

‘Ya! Ya! Jung Soojung! Apa-apaan kau ini! Aish..’ Jessica merutuk kecil, memperhatikan tingkah adiknya yang sangat bersemangat.

‘Eonnie! Aku lebih setuju kau  bersama Kyuhyun oppa daripada Jonghyun oppa.’ Celetuk Krystal. Jessica mengernyit.

‘Aku tidak mencintai ataupun menyukai Kyuhyun, Kryssie.’ Jessica tersenyum kecil. ‘Aku menyukai bahkan mencintai Jonghyun. Tidakkah kau pikir aku plin-plan jika aku tiba-tiba merubah perasaanku?’ Jessica menambahkan. Krystal meletakkan salah satu dress Jessica dan tersenyum padanya.

‘Ini cocok. Pakailah ini besok eonnie. Kumohon?’ ujarnya, memberikan puppy-eyesnya pada kakaknya, membuat Jessica terkekeh kecil.

‘Baiklah.. Baiklah..’ ujar Jessica. ‘Krys.. Menurutmu, Jonghyun akan kembali?’ pertanyaan itu terlontar dari bibirnya tanpa ia sadari.

‘Eh.. Waeyo, eonnie?’ tanya Krystal. Jessica menggeleng.

‘Tidak.. Sudah sana, aku masih mau membaca majalahku.’ Ujarnya tertawa pada adiknya. Adiknya melemparkan satu bantal padanya. ‘Ya!!’

‘Mehroongg~~’ ujar Krystal seraya berlari keluar kamar. Jessica mendesah lalu menutup halaman majalahnya, memangku dagunya ditangan.

Kyuhyun atau Jonghyun?

~~

Jonghyun menghirup udara pagi hari California seraya meregangkan otot-otot badannya. ‘Kau sudah bangun? Pagi sekali..’ ujar Key yang masih berbalut piyama pink-nya.

‘Gosh, Key! Apa kau harus mengenakan piyama pink keluar rumah?’ ujarnya, sedikit malu.

‘Piyamanya bagus ya? Aku juga suka piyama ini.’ Ujar Key tersenyum manis pada Jonghyun. Jonghyun menjitak kepala Key.

‘Aish, anak ini sudah gila!’ ujarnya. Key terkekeh.

‘Ya! Kim Jonghyun, kau tau kalau aku suka warna pink bukan? Jadi, jangan protes.’ Ujar Key seraya meraba kepalanya yang baru saja dijitak.

‘Tch, terserahmu lah. Sisa setahun lagi, ya? Tidak terasa.’ Jonghyun menampilkan senyum kecil. Key tertawa.

‘Kau tidak sabar ya? Ingin bertemu kembali dengan gadismu?’ canda Key. Jonghyun mengangkat bahunya.

‘Aku hanya merasa… Aku kembali. Besok hari kembang api pertanda musim semi sudah tiba di Korea. Menurutmu, dia menungguku?’

‘Belum tentu. Dia sudah tau kau akan kembali tahun depan bukan? Ohya, dia sudah membalas surelmu?’ Jonghyun terperangah. Ia sama sekali belum mengecek emailnya.

‘Entahlah. Tampaknya belum, nanti aku akan mengeceknya lagi.’ Dusta Jonghyun. Key tertawa sinis.

‘Kau belum mengeceknya bukan? Jonghyun, kau se-babo apasih? Aish…’ ujarnya—menggaruk kepalanya seraya berjalan masuk kedalam rumah. Jonghyun menatap langit putih California.

Apa kau baik-baik saja, Sica?

~~

Kyuhyun melirik jam tangan Rolex miliknya. Bukan pilihan terbaik, tapi ini untuk melengkapi kencannya dengan Jessica.

‘Tuan, anda sudah mau masuk?’ suara seorang petugas menyadarkannya. Malu-malu, Kyuhyun menggelengkan kepalanya mengartikan tidak. Setelah petugas itu pergi, ia mengambil handphone dalam kantong celananya dan mulai menekan speed-dial untuk Jessica.

‘Sica-ya? Eodiya?’ ujarnya.

Jessica yang masih berjalan cepat berbicara cepat kepada Kyuhyun. ‘Aku sudah dekat, Kyu. Aku akan sampai sekitar 15 menit lagi…’

Mata Sica tertutup akibat cahaya terang yang menyinarinya. Kepalanya menoleh kekiri dan mobil sedan putih berkecepatan tinggi tengah mendekatinya. Refleks, ia membatu, hanya bisa berteriak, dan semua kejadian itu berlangsung hanya sepersekian detik.

Nafas Jessica memburu, wajahnya tertutup oleh warna merah kecoklatan. Ia bisa mendengar teriakan banyak orang, ia masih menggenggam handphone-nya. Ia masih bisa mendengar jelas suara Kyuhyun. Perlahan, penglihatannya mengabur dan seketika gelap melandanya.

‘Sica?! Sica?! YA! Jung Sooyeon! Jawab aku! Jung…’

‘Apa anda teman wanita ini?’ perlahan, Kyuhyun mendengar suara seorang pemuda yang mungkin diatasnya.

‘N-ne.. Saya temannya. Dia.. Dimana?’ ujar Kyuhyun takut-takut. Suara pekikan Jessica tadi membuatnya kehilangan akal sehat. Ia ketakutan.

‘Teman anda mengalami kecelakaan mobil di daerah dongdaengmun. Anda… bisa kesini?’ ujarnya. Pria itu bertanya pelan-pelan.

‘Tentu. Saya akan kesana.’ Ujar Kyuhyun cepat dan memutuskan hubungannya. Dengan cepat, ia berlari, matanya mulai berkaca.

Jung Sooyeon, jangan tinggalkan aku, kumohon. Jebal..

~~

Gelas yang digenggam Jonghyun tiba-tiba jatuh. ‘Omo..’ ujarnya polos. Ia berlutut, mencoba memungut pecahan gelas tapi tangannya tergores. ‘Argh…’

‘Ya! Kim Jonghyun, kau kenapa?’ tanya Key. Jonghyun menoleh dan menggeleng pelan.

‘Firasatku tidak enak, Kibummie. Sooyeonnie…’ ia menahan nafas. Jessica pasti baik-baik saja, pikirnya. ‘Bantu aku, Key.’ Ujarnya, seraya mengisap jari telunjuknya yang berdarah.

‘Sudah, bersihkan lukamu sana. Biar aku yang membereskan ini. Go go go..’ ujarnya. Jonghyun tersenyum tipis lalu berjalan menuju wastafel dan membersihkan lukanya.

Jessica, kau baik-baik saja? Kumohon, baik-baiklah.

~~

‘Andwae!’ pekik Krystal saat sampai di Rumah Sakit. Tangisannya pecah dan menjadi-jadi, Mrs.Jung hanya bisa memeluk putrinya seraya menangis bersamanya. Tubuh Kyuhyun bergetar. Ia tidak bisa berpikir jernih. Airmata tidak bisa turun lagi, seperti habis.

‘Mianhae, eomonim.’ Ujar Kyuhyun. Ibu Jessica menggeleng.

‘Kau tidak salah, Kyuhyun. Mungkin sudah takdir.’ Ujar ibu Jessica, menghapus airmatanya. Kyuhyun menggeleng.

‘Ani.. Seharusnya saya tidak menelepon Jessica saat itu, jadi dia bisa fokus saat berjalan tanpa harus kuganggu. Maafkan aku, eomonim. Anda bisa menuntutku jika anda mau.’ Ujarnya—pasrah.

‘Tidak. Kau tidak salah, Kyuhyun. Ia memang selalu ceroboh. Mungkin sudah jalannya. Yang penting kita harus berdoa ia tidak akan apa-apa.’

Kyuhyun mengigit bibir bawahnya. Ya, Jessica tidak akan apa-apa, batinnya.

‘Permisi, siapa orangtua dari Jessica Jung?’ segera Mrs. Jung mendekati dokter itu, bersama Krystal.

‘Saya, dokter. Bagaimana keadaan putri saya?’ ujar Mrs. Jung. Dokter itu hanya tersenyum simpul, membuat perasaan Kyuhyun makin tidak menentu.

‘Silahkan masuk.’ Kyuhyun menatap punggung Ibu Jessica. Menahan nafasnya. Krystal menepuk pundaknya perlahan.

‘Semuanya akan baik-baik saja. Oppa.’ Gumamnya sedikit lirih. Kyuhyun merangkul adik dari gadis yang tengah berjuang bertahan hidup didalam sana.

‘Aku tau, Krys.’

~~

Gadis itu perlahan membuka matanya, melihat warna plafon yang putih dan cahaya yang tidak begitu terang tapi mampu membuat kepalanya berdenyut kesakitan. Ia merintih pelan.

‘Jessica, sudah sadar sayang?’ gadis itu bisa mendengar suara seorang wanita paruh baya. Jessica, siapa dia? Wanita itu menghampirinya, tersenyum.

‘Bagaimana perasaanmu, nak?’ tanya wanita paruh baya itu. Gadis itu mengernyitkan dahinya, bingung. Kenapa wanita itu memanggilnya ‘nak’? Apa wanita itu ibunya?

‘Jessica? Tidak apa-apa, nak?’ ujar wanita itu lagi. Gadis itu berdehem kecil.

‘Jessica itu.. siapa?’ ujarnya akhirnya. Matanya menatap wanita paruh baya itu polos. Wanita itu menahan napasnya. Matanya berkaca. ‘Maaf, nyonya… Anda siapa? Saya dimana? Saya… siapa?’ lirihnya.

‘Kamu tidak tau namamu sendiri, nak? Benarkah? Kamu tidak mengenali ibumu ini?’ gadis itu terkejut dan terdiam. Perlahan, ia menggeleng.

‘Jeoseonghamnida, eomonim. Saya… tidak mengenali anda.’ Ujar gadis itu lirih. Kepalanya kembali berdenyut sakit, ia kembali merintih.

~~

‘Amnesia?’ ujar Kyuhyun, matanya membulat. Dokter hanya mengangguk lirih.

‘Kecelakaan yang ia hadapi bukan kecelakaan fatal. Sayangnya, Nona Jung tertiimpa aspal saat terjatuh. Terjadi pendarahan dikepalanya, dan ia mengalami geger otak yang tidak terlalu parah. Tapi akibatnya hanya dua, entah dia amnesia, atau pusing yang sangat-sangat menyakitkan.

‘Lalu? Bagaimana….’ kalimat itu tertahan dibibir Kyuhyun. Ia mengacak rambutnya frustasi.

‘Dia bisa mengingat masa lalunya lagi jika dibantu. Tapi, tolong jangan paksakan ia mengingatnya. Tunjukkan barang-barang masa lalu yang bisa dia ingat, lalu bantu dia. Jika ia tidak bisa, sudahi. Makin dipaksa, makin sulit ia mengingatnya.’ Dokter itu menghela nafas panjang.

‘Oppa, eonnie…’ isak Krystal saat menemuinya. ‘Ia bahkan tidak mengenaliku. Tapi entah mengapa ia bahagia saat bertemu denganku.’ Lanjutnya—masih terisak.

‘Kita pasti bisa mengembalikan ingatan Jessica, Krys. Kita harus yakin itu.’ Kyuhyun tersenyum simpul, menahan airmata yang hampir saja jatuh dipipinya.

Jessica, kau mengingatku?

~~

Jonghyun menggigit bibirnya. Sedari kemarin, perasaannya masih tidak enak. ‘Key, aku ingin kembali ke Korea secepatnya.’

‘Ya? Michigetta?’ timpal Key sinis. ‘Kau tau orangtuamu tidak akan menyetujuinya.’ Lanjut Key. Jonghyun melemparkan bantal yang sedang dipeluknya.

‘Aku tidak peduli! Perasaanku sedari kemarin masih tidak enak. Aku takut Jessica kenapa-kenapa.’ Ujar Jonghyun pasrah. ‘Aku tidak bisa tinggal diam, Key.’

‘Are you that stupid, Jjong? Pikirkan eomonim dan abeoji. Mereka membutuhkanmu.’

‘Tapi aku tidak bisa meninggalkan Jessica begitu saja!’

‘Kau masih mempunyai sekolah disini!’

‘Tapi aku membutuhkannya, Kim Kibum!’

‘Kau gila, Kim Jonghyun!’

‘Ya, ya, ya! Kalian ini kenapa ribut?’ ujar Ibu Jonghyun.

‘Eomma, aku ingin kembali ke Korea. Secepatnya.’ Ujar Jonghyun datar. Ekspresi wajah Mrs. Kim berubah menjadi pucat.

‘K-kenapa?’ ujar ibunya. Jonghyun menatap ibunya penasaran.

‘Apa eomma menyembunyikan sesuatu dariku?’ tanyanya. Ibunya menggeleng cepat. ‘Lalu? Kenapa kaget begitu?’ tanyanya.

‘Eomma tidak setuju kau kembali ke Korea, Kim Jonghyun. Sekarang, kerjakan PRmu.’ Ujar Mrs. Kim sinis lalu berjalan.

‘Aku tidak mau. Aku akan beli tiket dan pulang besok. Dengan atau tanpa persetujuan eomma dan appa.’ Ujar Jonghyun datar. ‘Bisakah ibu mengerti aku tidak mau berada disini?’ ujarnya. ‘Aku meninggalkan orang yang berharga untukku, membuatku khawatir sejak kemarin. Perasaanku tidak enak tentang Jessica, bu.’

Ibu Jonghyun menggigit bibirnya. Anaknya sudah mengetahuinya.

~~

Kyuhyun memasuki kamar rawat Jessica seraya tersenyum dan menenteng karangan bunga mawar. ‘Annyeong?’ ujarnya.

Jessica menatapnya bingung. Kyuhyun sedikit terkekeh. ‘Kau belum mengingatku atau bahkan mengenaliku. Maaf.’ Jessica ikut terkekeh.

‘Maafkan aku juga.’ Ujarnya. Kyuhyun melangkah masuk dan meletakkan karangan bunga mawar disamping ranjang rawatnya.

‘Aku Kyuhyun. Tetanggamu. Yang waktu itu mengajakmu pergi ke taman kota, yang membuatmu seperti ini. Mungkin.’ Kekehnya. Jessica tersenyum. ‘Maafkan aku, Jessica.’

‘Bukan salahmu. Mungkin sudah takdir ini semua terjadi. Jadi, namaku Jessica? Bagus juga.’ Tawanya. ‘Tampaknya kita belum lama bertemu, Kyuhyun-ssi?’ tanya Jessica.

‘Jangan panggil aku dengan panggilan –ssi. Ya, kita baru bertetangga selama setahun. Cukup sebentar, belum terlalu lama?’ tawa Kyuhyun. ‘Bagaimana keadaanmu?’

‘Aku baik-baik saja. Tapi, aku kerap memimpikan hal yang sama. Berada di padang rumput musim semi dan seorang pria menemaniku. Aku tidak bisa membayangkan pria itu, seperti siluet hitam. Mimpi yang indah, tapi terlalu misterius untukku.’ Ujarnya.

Kyuhyun terdiam. ‘Mungkin hanya mimpi biasa.’ Elaknya—ia tersenyum tipis. Ia tau yang didalam mimpi itu adalah Jonghyun.

‘Adikku Krystal itu cantik ya. Mirip denganku sedikit?’ tawa Jessica. ‘Ia tampak perhatian sekali denganku. Aku mungkin tidak bisa membalas kebaikannya.’ Kyuhyun menggenggam tangan Jessica.

‘Kau akan baik-baik saja.’ Ujar Kyuhyun. ‘Aku akan membantumu mengingat masa lalumu. Aku janji.’ Ujarnya. Sedikit dalam hatinya, ia merasa kecewa akan pilihannya ini.

Ia akan membuat Jessica kembali jatuh cinta pada Jonghyun, bukan jatuh cinta pada dirinya.

~~

Jessica sedikit terhibur dengan kehadiran Kyuhyun disisinya untuk sementara. Pikirannya masih melayang kepada mimpi yang ia selalu impikan. Siapa pria itu?

‘Eonnie, tidak apa?’ ujar Krystal.

‘Krystal, apa aku pernah menyukai seorang pria atau memiliki seorang spesial untukku?’ Krystal mengerjapkan matanya.

‘Spesial? Kau memiliki banyak teman eonnie. Tapi untuk teman pria, hanya Jonghyun dan Kyuhyun oppa.’ Siapa Jonghyun?

‘Jong… Hyun?’ ulang Jessica. Krystal mengangguk.

‘Ia sahabatmu sejak kecil eonnie. Sekarang ia sedang berada di California melanjutkan studinya selama 2 tahun, lalu ia akan kembali.’ Senyumnya.

‘Aku pernah bermimpi, aku dan seorang pria berada di padang rumput musim semi. Bermain dan tertawa, itu sangat nyata. Tapi, pria itu hanya seperti siluet hitam. Aku tidak bisa melihat wajahnya.’ Terang Jessica.

‘Mimpi mungkin hanya mimpi, eonnie. Jangan terlalu dipikirkan.’ Ujar Krystal. Jessica hanya mengangguk.

Ia ingin mencari tau siapa lelaki itu.

~~

Kyuhyun menarik nafasnya perlahan, seakan tidak yakin. Perlahan ia menganggukkan kepalanya.

“Maafkan aku, Sica. Tapi aku ingin bersamamu. Aku… Aku akan membuatmu melupakannya dan membuatmu berpaling padaku.”

“Maafkan aku.” Lirihnya.

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s